Wisata Kuliner #5
Botani Square 2nd Floor
Jl Raya Pajajaran no 69-71
bogor, Jawa Barat
Lokasi ini strategis dari arah keluar pintu tol Baranang Siang. Tinggal ambil arah ke kanan, lalu ambil jalan berputar ke Tugu Kujang, lalu tinggal menyebrang masuk ke Botani Square. Restoran ini pun terletak di lantai kedua. Bagi para kuliners pencinta steak maupun pasta, ini bisa jadi salah satu tempat makan yang dikunjungi karena rasa dari makanan, dan tempat yang nyaman.
Pertama saya kesini, saya langsung memilih menu Noddle Tom Yam Soup.
Peta Kuliner Bogor
Lihat Peta Kuliner Bogor di peta yang lebih besar
Senin, 13 Agustus 2012
Kuliner Kota Bogor - Pantasteik, Botani Square
Diposting oleh Blognya Cita di 20.30Label: Kuliner Bogor
Kamis, 09 Agustus 2012
Kuliner Kota Bogor - Midori Japanese Restaurant
Diposting oleh Blognya Cita di 20.34Wisata Kuliner #4
Jl Raya Pajajaran No 53 Babakan , Bogor 16151
Tlp (0251) 8381155, 8384411
Di Bogor sudah banyak restoran-restoran Jepang, salah satunya Midori Japanese Restaurant. Restoran ini bisa ditempuh menggunakan angkutan umum 08/09 jurusan WR Jambu dari arah Tugu Kujang, lokasinya sebelah kiri jalan setelah showroom Nisan. Restoran ini juga menyatu dengan body treatment, seperti spa.
Ini menu-menu yang saya pesan bersama teman saya :
Label: Kuliner Bogor
Kuliner Kota Bogor - Cimory Resto
Diposting oleh Blognya Cita di 06.26Wisata kuliner #3
Jl Raya Puncak Km 77 Cisarua, Bogor
Tlp (0251) 8526922
Ingin kuliner dengan nuansa pemandangan nan sejuk dan sarana edukasi bagi anak-anak? Cimory Resto yang letaknya di Cisarua, sebelum Taman Safari ini menyuguhkan suasana pegunungan yang asri, udara yang sejuk, sarana edukasi untuk anak-anak mengenai cara pembuatan susu, yoghurt atau snack yang berbahan dasar susu., dan juga para kuliners akan banyak pilihan cake yang berbahan dasar susu yang fresh.
Lokasi ini bisa ditempuh dengan menggunakan angkutan umum 01 Cisarua di terminal Sukasari.
Waktu itu saya mencoba menu-menu pilihan dibawah ini :
Label: Kuliner Bogor
Kuliner Kota Bogor - Mbah Jingkrak
Diposting oleh Blognya Cita di 05.42Wisata Kuliner #2
Mbah Jingkrak Bogor
Jl Kumbang No 15 Bogor
Tlp. (0251) 8348550
Dari nama restorannya saja sudah nyentrik, apalagi kalau sudah nyobain masakannya. Hmmm, pasti ketagihan. Bagi pencinta masakan Jawa, apalagi yang suka makanan pedas, disinilah tempatnya. Lokasinya dekat Kampus D3 IPB ini sangat diminati oleh para kuliners yang doyan pedas. Lokasinya bisa ditempuh menggunakan angkutan umum 08 yang mau ke arah BTM (dari WR. Jambu) atau 09 yang mau ke arah Ramayana (dari WR. Jambu), lebih tepatnya lokasi ini terletak dibelakang factory outlet sekitar Pajajaran.
Ketika memasuki tempat makan ini,ara kuliners akan langsung disuguhkan berbagai masakan pilihan. Dimulai dari menu Ayam Laos Wewe yang super pedas, sayur krecek nya yang gurih, dan berbagi pilihan sambal. Dari sambal mangga sampai sambal setan (asli bener-bener pedas).
Label: Kuliner Bogor
Rabu, 08 Agustus 2012
Kuliner Kota Bogor - Ayam Geprek Istimewa
Diposting oleh Blognya Cita di 13.08Label: Kuliner Bogor
Kamis, 28 Juni 2012
Waktu (tiktoktiktok)
Diposting oleh Blognya Cita di 22.21Terkadang menikmati waktu sendiri itu bebas. Dimana aku menulis, melangkah, apa yang aku makan dan apa yang aku pikirkan. Semuan bebas. Tanpa perlu ada komentar-komentar yang mengekang. Yang cukup membuat semua serba dalam keterbatasan. Waktu memang 24 jam dalam sehari, tapi itu bukanlah sebuah alasan yang jamak untuk tidak meraih yang terbaik bagi perasaan. Kalau saja memang seperti itu, mungkin tak ada lagi sebuah kesempatan yang selalu datang yang tak tahu kapan dan dimana.
Label: Tulisan Prosa
Just posted @ Jcoffee ...
Diposting oleh Blognya Cita di 22.09Semalam baru saja semuanya menuai kenangan lalu lagi. Yang dulu hilang, dan ya, kini hadir lagi sebagai fatamorgana. Aku tidak pernah tahu, sampai kapanpun tidak akan pernah tau sampai mana perasaan itu terbatas. Hilangnya logika. Terjun terus kedalam lubang yang sama. Aku terkadang ingin memungkiri semua. Beralih-alih bahwa aku merindukan sosok yang tak pernah ada wujudnya. Waktu itu aku berharap sebuah eksistensi mengubah sudut pandangku. Tapi nyatanya, tidak sama. Semua berjalan begitu saja, tanpa pernah tau apa dan bagaimana selanjutnya.
Sekarang ini memang semua resiko, ketika detik pertama menghirup nafas itu adalah dimana aku memulai menulis, mengetik, dan mengukir skenario hidup ku. Yah memang pada akhirnyalah Tuhan yang menentukan. Aku bukanlah fanatik idealis, yang teguh akan sebuah prinsip yang mungkin terkadang mengekang kehidupan yang seharusnya berjalan. Seiring waktuku bisa saja seseorang menarikku untuk tidak hidup dalam nyata. Seolah-olah semua ini hanya mimpi. Hilang. Tanpa harus tahu arah kemana.
Balik lagi dari yang semalam. Kamu, ya, kamu yang memang pernah membuat pelangi dalam lembaran langitku, yang semalam buat langitku bertambah lagi bintangnya. Kamu yang mungkin tak pernah hilang, dan kamu tahu itu bahwa kenangan hanyalah sebuah kenangan. Tidak ada kekuatan sama sekali untuk kedepannya. Aku dan diriku kini sudah biasa berjalan tanpa warna lagi yang sama dan cahaya dari kamu yang sama. Kini biarlah semua berjalan, tanpa sesal.
Biarkan aku hidup 100, 1.000 bahkan 1.000.000 dekade lagi agar terus bebas dalam hati dan langkahku. Semuanya, bukan karena kamu.
Label: Tulisan Prosa





